Jumat, 22 Oktober 2010

Hidup Sederhanalah

HIDUP sederhana tidak be­rarti miskin, pelit, dan menyiksa diri. Sikap ini muncul justru dari pribadi yang kaya hati, kuat mengendalikan diri, dan peduli terhadap sesama.
Orang yang biasa hidup sederhana akan lebih jernih memandang dan membaca dunia sekitar karena melihatnya dengan hati yang lebih bening, tidak terhalang aksesori untuk memancing pujian orang. Dalam bentuk bangunan fisik, bangunan sederhana yang amat anggun dan sangat magnetis tentu saja Kakbah. Sejak dari warna, bentuk hingga isinya serba sederhana, tetapi di balik kesederhanaannya itu Kakbah menyimpan sejarah dan cita-cita sangat mulia yang diwariskan Nabi Ibrahim untuk mengajak umat manusia agar mengenali siapa dirinya.
Bahwa seluruh manusia itu pada dasarnya bersaudara.Semuanya berasal dari Allah dan semuanya akan kembali kepada-Nya. Tokoh-tokoh besar penggubah jalan sejarah dan pembangun peradaban besar umumnya hidup secara sederhana. Yang besar adalah jiwanya, menjulang tinggi cita-cita dan nalar kreatifnya. Sampai sampai soal makan, pakaian, dan tempat tinggal tidak dipikirkan kecuali sebatas menjaga kesehatan dan keamanan dirinya untuk berkarya. Tokoh yang masih mudah dikenang, di luar jajaran Nabi, adalah Mahatma Gandhi, Ayatullah Khumaini, dan Nelson Mandela.
Mereka begitu sederhana gaya hidupnya. Kita jadi prihatin dan merenung, mengapa politisi dan pejabat tinggi kita terjebak ke dalam alam pikir dan gaya hidup yang dangkal? Yang menempatkan gaya hidup konsumtif dan kekayaan materi sedemikian tingginya sehingga tidak segan-segan melakukan korupsi yang berakibat pada kehancuran martabat negara, bangsa, rakyat, dan dirinya sendiri. Sikap sederhana muncul jika seseorang lebih menghargai kualitas hidup yang lebih dalam, bukannya pada kemasan atau gaya hidup yang lebih menampakkan kulit luar saja.
Orang yang sangat mementingkan kemasan luar bisa jadi tengah mengalami krisis kepercayaan diri. Atau memang sudah dari dulu terbiasa hidup serbamewah dan glamor. Bagi seorang pemimpin sangat penting membiasakan hidup sederhana agar tidak tercipta jarak yang menganga dengan rakyat. Yang lebih penting dari hidup sederhana adalah pada perilaku dan tutur katanya. Bisa jadi seseorang melimpah kekayaannya, tetapi itu tidak membuatnya silau dan ia tidak menjadi tawanan dari kekayaannya.
Harta adalah instrumen atau pelayan yang mesti mengabdi kepada pemiliknya, jangan terbalik. Ada orang berpendapat, sebagian masyarakat kita sudah termanjakan oleh gaya hidup konsumtif dengan biaya mahal sejak masa Orde Baru. Bangunan hotel, restoran, mal, dan showroom mobil selalu bermunculan yang kemewahannya jauh mengalahkan bangunan sekolah, universitas, dan gedung kesenian.
Masyarakat Indonesia juga dikenal sebagai pangsa pasar yang sangat subur bagi produk telepon genggam dan parfum produk mutakhir. Di Jakarta Selatan terdapat lebih dari 10 mal dan pusat-pusat belanja yang cukup mewah. Itu pun selalu ramai dikunjungi orang. Ketika terjadi krisis ekonomi dan lingkungan, terutama akibat banjir dan macet, keluarga kelas menengah kita sangat mudah berkeluh kesah dan hampir putus asa bagaimana mengatasinya.
Kita memang sudah begitu lama hidup dimanjakan oleh berbagai fasilitas pembangunan mewah warisan Orde Baru meskipun dari uang utang luar negeri sehingga berat kalau diturunkan gaya hidupnya. Yang berbahaya adalah jika mental ini menular kepada anak-anak kita. Pada generasi awal, yaitu generasi pejuang yang mengadu nasib merintis karier di kota besar, mereka masih memiliki ingatan atau mental database bagaimana hidup susah.
Namun generasi baru yang terlahir di masa Orde Baru yang merasa serba berkecukupan, lalu sekarang situasi memburuk, mental mereka tidak cukup kuat menghadapi kerasnya kehidupan. Mungkin faktor ini ikut mendorong untuk memilih jalan pintas tanpa memperhatikan halal haram. Lalu orang tua pun ingin melestarikan status quo pada wilayah comfort zone bagi dirinya dan keluarganya sehingga, lagi-lagi, tidak segan-segan melakukan korupsi. Sesungguhnya gaya hidup sederhana sudah dicontohkan oleh para pejuang pendiri bangsa.
Dulu pun pernah pula semasa Pak Harto muncul seruan hidup sederhana. Namun rupanya sekadar seruan, tidak terwujud dalam pelaksanaan. Di lingkungan pendidikan pun terjadi krisis pendidikan character building. Ambisi untuk lulus ujian nasional menjadi agenda utama setiap sekolah dengan mengurangi perhatian pada pengembangan bakat dan pendidikan karakter.
Padahal, sebuah bangsa akan bangkit dan maju kalau pemerintah dan masyarakatnya kompak berani hidup sederhana, lalu diikat oleh semangat dan cita-cita untuk membangun kebanggaan sebagai sebuah bangsa dan negara sebagaimana yang dicontohkan oleh peristiwa historis Sumpah Pemuda 1928. Dari sisi materi, mereka sederhana hidupnya, tetapi sangat kaya dengan imajinasi, cita-cita mulia, dan altruistis, yaitu perasaan bahagia dan bermakna hidupnya dengan banyak memberi, bukannya mengambil atau menerima belas kasih orang.(

Rabu, 20 Oktober 2010

Kuansing Juaraa IV Umum Mtq Riau 2010

Usai sudah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau yang diadakan di Kabupaten Kuantan Singingi. Perhelatan besar tersebut telah meninggalkan banyak kesan bagi seluruh Kabupaten / Kota yang mengikuti MTQ tingkat Provinsi Riau yang ke XXIX. Tentunya tidak terkecuali untuk tuan rumah.

Kabupaten Kuantan Singingi.Pada pelaksaanaan MTQ tahun ini  meperoleh peringkat umum IV terbaik sepanjang sejarah Kuansing terpisah dari Kabupaten Indragiri Hulu. Walaupun Kuansing tak mampu menjadi juara umum satu di tanah kelahirannya. Tapi Kafilah Kuansing telah mampu memposisikan dirinya sebagi perngkat ke IV, Yang mana pada tahun lalu Kafilah Kabupaten Kuansing hanya mampu pada urutyan ke VIII.

Kabupaten Kampar akhirnya keluar sebagai juara umum MTQ Provinsi Riau XXIX 2010 di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi 10-17 Oktober. Kepastian Negeri Serambi Mekkan ini diumumkan pada penutupan MTQ Riau 2010 di Stadion Sport centre Kuansing di Kelurahan Sungai Jering, Teluk Kuantan.
Berdasarkan pengumuman dewan hakim yang disampaikan ketua dewan hakim H Emrizal Pakis, Kampar mengumpulkan poin tertinggi dengan jumlah poin 68. Juara II disusul oleh Kafilah Pekanbaru yang mengoleksi 67 poin. Kemudian Juara II ditempati oleh  Kabupaten Rohil dengan total poin 59 poin.

Sementara itu tuan rumah MTQ 2010 Kabupaten Kuantan berhasil memperbaiki peringkatnya dari peringkat ketujuh pada MTQ 2009 lalu menjadi peringkat IV dengan koleksi 32 poin dan peringkat ke V Kabupaten Siak.
Pada acara penutupan ini juga disampaikan juara stan pameran dan bazar produk unggulan daerah dalam rangka MTQ Riau 2010 serta juara pawai pembukaan MTQ 2010. Untuk pawai dan bazar  Juara Umum I   direbut Kota Pekanbaru dengan Nilai 765. Begitu juga dengan pawai taaruf Pekanbaru juga tampil sebagai juara dengan poin 978.

Penutupan MTQ Riau 2010 berlangsung penuh himat dan cukup meriah. Rangkaian acara penutupan dimulai dengan tari persembahan dan defile kafilah MTQ Riau 2010, pembacaan ayat suci   Alquran oleh qoriah terbaik cabang tilawah dewasa putri MTQ Riau 2010 Novrianti dari Kuansing.
Puluhan ribu masyarakat turut meramaikan upara penutupan yang ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau H Wan Syamsir Yus dengan ditandai dengan penekanan sirine.
Turut hadir pada acara penutupan ini pimpinan dan anggota DPRD Riau, Muspida Riau, Bupati Kuansing H Sukarmis, Wakil Bupati Kuansing H Mursini, Selda Kuansing H Zulkifli yang juga ketua umum MTQ Riau 2010, Bupati dan walikota se-Riau beserta istri dan yang mewakili, Wakil Bupati/walikota se-Riau
dan istri, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau H Asyari Nur, pimpinan dan anggota DPRD kabupaten/kota se-Riau, unsur Muspida Kabupaten/kota se-Riau, Sekdakab, Ketua dna pengurus Riaudan LPTQ kabupaten/kota se-Riau, Ketua Umum MUI Riau, dewan hakim dan majelis hakim MTQ -29, tokoh agama, tokoh  masyarakat, tokoh pemuda serta kafilah kabupaten/kota.

Gubri dalam amanatnya yang disampaikan Wan Syamsir Yus mengatakan, apapun hasil dari pelaksanaan MTQ Riau ini hendaknya disambut dengan gembira dan diterima oleh semua kalangan. Jika ada kekurangan hendaknya diperbaiki pada penyelenggaraan MTQ selanuutnya.
"Semua kafilah hendaknya pulang ke daerah tanpa membawa hal-hal yang dianggap masalah," ujar Gubri.
Sementara itu Bupati Kuansing H Sukarmis dalam sambutannya menyampaikan dengan penyelenggaraan MTQ hendaknya diambil hikmah dan nilai tambah serta mampu memberikan  penghayatan dan pengalaman nilai Alquran dan membentuk manusia beriman dan bertaqwa. Sehingga penyelnggaran MTQ yang diadakan rutinintas bisa bangun generasi Qurani.
Pada kesempatan itu, Sukarmis mengucapkan Selamat kepada seluruh pemenang lomba dan harap prestasi ditingkatkan. "Perserta yang belum berhasil jangan patah semangat karena banyak esempatan.
Pemkab mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Riau, Bupati dan walikota se Riau, dan LPTQ serta seluruh kafilah yang bantu penyelenggaran MTQ Riau ke-29. Pemkab dan masyarakat mohon maaf ataskelalaian dan kekurangan atas penyelenggaraan MTQ XXIX," ungkap Sukarmis.

LPTQ Riau Puji Kuansing
Sementara itu Ketua Umum LPTQ Riau DR Suryan Jamran menilai tuan rumah MTQ 2010 Kuansing layak dicontoh oleh kabupaten kota lain di Riau yang akan menjadi pelaksana MTQ berikutnya.
"Bukan  maksud berbasa basi memuji dan mengambil hati. Ini adalah bukti bahwa Kuansing panitia pelaksana MTQ yang paling layak di contoh. Kabupaten manapun yang jadi pelaksana MTQ seyogyanya datang dan beguru ke di Kuansing  baik sistem akomodasi, konsumsi, dan pengaturan sarana prasana cabang lomba," ungkap Suryan.
Dalam pengarahannya Suryan menyoroti masih adanya permasalahan yang dilakukan oleh kafilah kabupaten kota yang menggunakan kafilah dari luar daerah provinsi Riau. Ia mengharapkan agar kedepan kabupaten kota dapat memberdayakan kafilah daerah.

Sementara itu, Ketua umum Panitia MTQ Riau 2010, H Zulkifli menyampaikan, MTQ Riau di Kuansing diikuti 12 kabupaten kota dengan rincian peserta masing-masing kabupaten kota  Pekanbaru mengirimkan 41 peserta , Kampar 42 orang, Inhil 42, Inhu 36, Kuansing 37, Pelalawan 30 orang, Rohil 42, Rohul 37, Siak 35 orang, Bengkalis 37 orang, Dumai 23 orang dan Kabupaten Kepualuan Meranti 29 orang.

Atas nama panitia MTQ kata Sekda Kuansing tersebut, panitia mohon maaf kepada seluruh peserta jika terjadi kekurangan.hir

Rabu, 13 Oktober 2010

Dampak Mtq Provinsi Riau Bagi Masyarakat

Musyabakah Tilawatil Quran (MTQ) yang baru saja dibuka oleh Gubernur Riau H. M Rusli Zainal SE MP tingkat Provinsi Riau yang pada tahun 2010 ini yang menjadi tuan rumah adalah Kabupaten Kuantan Singingi. Kabupaten yang baru saja merayakan hari jadinya yang ke-11 tepatnya tanggal 12 Oktober kemaran .Perhelatan besar ini akan berlangsung pada tanggal 10 s/d 17 Oktober tahun ini.
Adakah dampak perhelatan besar yang pertama kali diadakan di Kota Jalur Teluk Kuantan ini terhadap masyakat luas. Tentunya ada. Kita mungkin tahu dan juga mungkin merasakannya, Di sebagian daerah di Kuansung adanya pemadaman listrik bergilir, ini adalah salah satu bukti dan juga sebagai tanda ketidaksiapan Pemetintah Kuansing dalam menyelenggarakan MTQ tingkat Provinsi ini
Sebenarnya kita merasa bangga terhadap iven ini, iven ini begitu besar, . Sehingga menelan biaya milyaran rupia, Kabarnya pada malam pembukaannya saja menghabiskan biaya tidak kurang dari Rp 200.000.000 .
Pertanyaanya apa yang rakyat dapat dari MTQ ini. Banyak spanduk yang bertebaran pada MTQ ini yang satu spanduk menghabiskan dana Rp 100.000 hingga 150.000 , itu hanya satu spanduk. kayak tidak kurang dari 200 spanduk.
Jadi yang kaya makin kaya yang miskin makin miskain
PUTRA SIMANDOLAK YANG BERCITA-CITA MASUK SURGA